Ilustrasi editorial pemeriksaan keamanan

Keamanan & kepercayaan

Perlindungan digital yang bekerja di setiap lapisan.

PT DIRAC INOVASI NUSANTARA menggabungkan autentikasi kuat, enkripsi, validasi server, pembatasan akses, dan kontrol integritas di browser untuk melindungi akun serta proses sensitif. Setiap lapisan dirancang untuk membatasi akses tidak sah, menjaga kerahasiaan data, dan mempertahankan integritas layanan.

  • Argon2id
  • AES-256-GCM
  • WebAuthn
  • CSP SHA-512

Perlindungan inti

Lapisan keamanan yang bekerja bersama.

Kredensial, sesi, data sensitif, request aplikasi, dan kode yang berjalan di browser dilindungi melalui kontrol yang saling melengkapi. Perlindungan tidak bergantung pada satu teknologi saja.

Perlindungan password

Kredensial password diproses menggunakan Argon2id. Salt acak untuk setiap kredensial dan pepper di sisi server menambah lapisan perlindungan terhadap upaya pemecahan hash.

Passkey & WebAuthn

Passkey berbasis WebAuthn memeriksa origin, identitas relying party, status autentikator, dan konteks perangkat sebelum autentikasi diterima. Implementasi mendukung ES256/P-256 dan RS256.

Enkripsi untuk alur sensitif

Pada proses pemulihan akun dan alur sensitif tertentu, sistem menggunakan X25519 untuk pertukaran rahasia, HKDF-SHA-512 untuk derivasi kunci, serta AES-256-GCM dan AES-256-KW untuk melindungi data dan material kunci.

Integritas kode di browser

Content Security Policy membatasi script dan style inline dengan hash SHA-512, sedangkan aset lokal eksternal diverifikasi menggunakan Subresource Integrity SHA-512. Inline event handler JavaScript juga diblokir untuk memperkecil jalur eksekusi kode yang tidak diizinkan.

Visual alur perlindungan keamanan PT DIRAC INOVASI NUSANTARA
Kriptografi, validasi aplikasi, dan kontrol sesi dirancang sebagai lapisan yang saling melengkapi—bukan bergantung pada satu algoritma.

Kriptografi

Perlindungan data disesuaikan dengan jenis prosesnya.

  1. 01
    Kredensial pengguna
    Argon2id digunakan untuk pemrosesan password bersama salt acak dan pepper sisi server.
  2. 02
    Data sensitif
    AES-256-GCM digunakan pada alur tertentu untuk menjaga kerahasiaan sekaligus memverifikasi integritas data.
  3. 03
    Pertukaran & derivasi kunci
    X25519 membentuk shared secret, kemudian HKDF-SHA-512 menurunkan material kunci yang dibutuhkan protokol.
  4. 04
    Integritas & binding
    HMAC, SHA-256, dan SHA-512 digunakan untuk binding, fingerprint, derivasi, token, dan pemeriksaan integritas pada jalur yang memerlukannya.
  5. 05
    Perbandingan nilai sensitif
    Nilai autentikasi tertentu dibandingkan dengan metode timing-safe untuk mengurangi kebocoran informasi melalui perbedaan waktu eksekusi.
  6. 06
    Pembersihan material sensitif
    Sejumlah buffer yang memuat key material, shared secret, nonce, tag, plaintext, atau derived key dibersihkan setelah selesai digunakan.

Teknologi kriptografi tersebut merupakan bagian dari pertahanan berlapis. Efektivitasnya tetap bergantung pada penerapan protokol, pengelolaan kunci, konfigurasi produksi, transport HTTPS/TLS, dan prosedur operasional.

Keamanan aplikasi

Request diverifikasi sebelum mencapai proses sensitif.

Validasi struktur request

Request JSON dibatasi berdasarkan ukuran, kedalaman struktur, jumlah elemen, dan validitas encoding. Duplicate key serta key berisiko seperti __proto__, prototype, dan constructor ditolak.

Perlindungan XSS & DOM

Input berisiko diperiksa sebelum digunakan. CSP, Trusted Types, pembatasan object/frame/worker, dan hash script membantu membatasi jalur eksekusi kode yang tidak diizinkan.

Perlindungan terhadap injection

Input diperiksa terhadap pola berisiko seperti SQL/NoSQL injection, command chaining, SSRF ke alamat privat atau metadata, JNDI, CRLF/header injection, dan prototype pollution sebagai lapisan pertahanan tambahan.

Batas akses API & database

Endpoint dan operasi sensitif dibatasi berdasarkan metode, path, parameter, dan kapabilitas yang diizinkan. URL encoding serta validasi backend diterapkan sebelum operasi data dijalankan.

Pemeriksaan di browser membantu menyaring input berisiko lebih awal, sedangkan keputusan keamanan final tetap dilakukan di backend dan database.

Akun & sesi

Permintaan sensitif harus datang dari konteks yang valid.

Perlindungan CSRF & page nonce

Endpoint sensitif memeriksa token CSRF dan page nonce yang memiliki masa berlaku. Bootstrap nonce dipasangkan dengan cookie __Host- menggunakan HttpOnly, Secure, dan SameSite=Strict.

Cookie sesi yang diperketat

Cookie sesi dan MFA menggunakan HttpOnly, Secure, SameSite=Strict, Path=/, serta Priority=High pada jalur yang menerapkannya.

Pencabutan sesi saat kondisi keamanan berubah

Perubahan sensitif pada akun, seperti reset password atau perubahan passkey, dapat memicu validasi ulang dan pencabutan sesi sesuai kondisi keamanan yang berlaku.

Pembatasan percobaan & abuse

Frekuensi request dibatasi dan pola percobaan berulang dapat diblokir untuk mengurangi brute-force, abuse, serta pengulangan request yang mencurigakan.

Browser & transport

Kebijakan browser membantu memperkecil permukaan serangan.

Cache sensitif & MIME protection

Respons sensitif menggunakan kebijakan no-store/no-cache dan X-Content-Type-Options: nosniff untuk mengurangi penyimpanan data sensitif dan mencegah interpretasi tipe konten yang tidak semestinya.

Anti-framing & pembatasan referrer

X-Frame-Options: DENY membatasi embedding halaman, sementara Referrer-Policy: no-referrer mengurangi pengiriman informasi referrer ke tujuan lain.

Pembatasan kapabilitas browser

Permissions Policy membatasi fitur browser yang tidak diperlukan seperti camera, microphone, geolocation, payment, USB, dan browsing-topics. COOP/CORP digunakan untuk memperketat batas cross-origin.

Pemaksaan HTTPS

Pada lingkungan production HTTPS, HSTS digunakan untuk mengarahkan browser tetap menggunakan koneksi HTTPS, termasuk dukungan includeSubDomains dan preload sesuai konfigurasi yang berlaku.

Origin & akses

Akses lintas origin hanya diberikan kepada konteks yang diizinkan.

Akses lintas origin dibatasi berdasarkan domain aktif, metode, header, dan konteks request yang diizinkan. Informasi jaringan dari proxy diproses sesuai konfigurasi proxy yang berlaku.

Origin yang diizinkan

Origin utama, autentikasi, dan keamanan dihitung dari basis domain aktif. Credentialed CORS tidak diberikan kepada origin yang tidak dikenali.

Kontrak request yang ketat

Aksi sensitif memeriksa metode, action, key yang diizinkan, panjang dan format field, serta binding request sebelum perubahan keamanan diproses.

Akses keluar dibatasi sesuai kebutuhan

Operasi database dan akses keluar dibatasi berdasarkan target, metode, serta field yang diizinkan agar fungsi tidak memiliki akses bebas ke tujuan lain.

Pencatatan peristiwa keamanan

Peristiwa keamanan dan diagnostik mencatat metadata yang diperlukan untuk membantu investigasi. Nilai sensitif tertentu direpresentasikan sebagai hash atau status, bukan kredensial mentah.

Transparansi

Keamanan diperlakukan sebagai proses berkelanjutan.

Pertahanan berlapis

Autentikasi, kriptografi, sesi, validasi server, kebijakan browser, dan pembatasan request saling melengkapi sehingga keamanan tidak bergantung pada satu mekanisme.

Enkripsi sesuai kebutuhan

AES-256-GCM digunakan pada alur sensitif yang memerlukan enkripsi terautentikasi, sedangkan trafik web normal tetap dilindungi melalui HTTPS/TLS dan kontrol aplikasi terkait.

Infrastruktur produksi

Perlindungan aplikasi juga bergantung pada konfigurasi TLS, CDN/WAF, DNS, pengelolaan secret, dependency, provider, dan prosedur operasional yang menyertainya.

Evaluasi berkelanjutan

Perubahan pada arsitektur atau kontrol keamanan diikuti dengan pembaruan dokumentasi agar informasi tetap selaras dengan implementasi yang aktif.

Formulir konsultasi

Ceritakan kebutuhan Anda.

Isi data secukupnya. Kami tidak meminta password, OTP, PIN, CVV, atau kode pemulihan.

Minimal 10 karakter. Seluruh pesan WhatsApp, termasuk data kontak, maksimal 1.800 karakter. Hindari data rahasia.

Pratinjau gambar

Pratinjau visual PT DIRAC INOVASI NUSANTARA